Warung kehidupan

Menyoalkan Pemimpin Tua dan Muda

Posted on: 2009/02/15

Dalam sebuah kompetisi ,wajar kalo masing-masing saling menunjukkan kehebatan ,dengan maksud menjatuhkan mental lawan. Tapi hasil akan dibuktikan bila pertandingan telah usai. Dalam hal pemilihan pemimpin ,tidak bisa di samakan dengan sebuah pertandingan karena resiko sangat mahal dan waktu sangat panjang. Bila dibiarkan maka dampak resiko  ini ada pada rakyat ,bangsa dan Negara.

Bagaimana menyoal pemimpin tua dan muda? Dalam 63 tahun bangsa kita merdeka, sudah banyak kita belajar, dan saat ini bangsa kita masih dalam proses berobat jalan, untuk sembuh dari berbagai penyakit kronis, seperti korupsi, kemiskinan dan kebodohan , kita masih sibuk menentukan kreteria pemimpin. Kita belum punya sitem pemilihan pemimpin yang baku. Yang bisa diterima oleh seluruh rakyat.

Dalam kebingungan memilih kreteria pemimpin , antara tua dan muda ,semua ini adalah berawal dari ketidak percayaan terhadap pemimpin tua ,yang mewarisi nilai-nilai feodal, korupsi dan tidak punya program jelas terhadap kehidupan rakyat. Terbukti ketika pemilu tiba,semua calon pemimpin merebut hati rakyat,dengan berbagai kata-kata indah ,tapi bila sudah selesai pemilu,semua lupa pada janji dan menjauh dari rakyat. Yang menyakitkan lagi pemimpin baru membuat kebijakan yang memberatkan hidup rakyat,seperti 2004 hingga saat ini hidup rasanya berat,dari kebutuhan pokok, pendidikan dan kesehatan yang  sangat mahal.

Ketidak pekaan hati dan perasaan pemimpin Tua dengan segala sepak terjangnya, maka generasi muda melihat hal ini menjadi geregetan. Dengan darah muda bergejolak ,sehingga tidak sabar menunggu giliran. Begitu sebaliknya  pemimpin tua tidak  sadar  atas  kemauan rakyat.

Bagaimana seharusnya? kalau mau jadi pemimpin , syarat utama adalah menanamkan kepercayaan terhadap rakyat dan selanjutnya mampu mengemban kepercayaan itu . apakah pemimpin Tua atau Muda karena masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahan. Kesadaran seorang pemimpin terhadap kepercayaan inilah yang dibutuhkan. Mungkin pemimpin Tua bisa lebih bijak , mampu mengendalikan diri dan mempunyai wawasan ,sedangkan pemimpin muda lebih punya visi-misi yang kreatif lebih energik dan bersemangat. Kalo tua – muda di padukan maka akan saling mengisi kelemahannya .

Dengan kondisi bangsa saat ini ,marilah kita saling membantu dan jangan saling menjatuhkan demi mendapatkan suara banyak. Berpolitiklah dengan menggunakan etika . kalo mau jadi pemimpin yang dikenang , maka jadilah politikus yang menggunakan etika ,sopan dan bermoral .kalo terpilih nantinya jadilah negarawan yang berbudi Luhur.

 

Semoga bangsa kita cepat sembuh dari rawat jalan, yang sudah 10 tahun sakit dan sampai saat ini belum ketemu dokter yang bisa dipercaya.

 

 

 

Advertisements

11 Responses to "Menyoalkan Pemimpin Tua dan Muda"

pak, pertanyaanya sudah saya jawab di email ya…

halooooooooo
salam kenal ya
wah asyik juga nih tulisanya

thanks ya, numpang baca2

terimakasih atas kunjungannya,salam persahabatan.

Yang harus dilihat adalah track record atau rekam jejak dari karyanya…

Untuk menyelamatkan rakyat, bangsa dan negara ini, yang kita butuhkan adalah negarawan…, bukan politisi/politikus…

Tabik…

betul, negarawan yang punya hatinurani ..yg bisa memahami rakyat dan tidak mudah tergoda oleh kekuasaan. kadang-kadang lupa setelah menjadi pemimpin .

yang tua, jangan ketuaan
yang muda, jangan kemudaan
(tadinya mau dibikin pantun-tapi idenya menguap dan berubah jadi uap pantun…. hehehe)

ya betul mbak etikhus ,
yang muda sudah matang ada pengalaman
yang tua jangan sampae busuk terus bilang cari pengalaman.

tapi kalau tua2nya kelapa banyak santennya,tetapi kalau muda2nya mangga rasanya asam lho.Tapi bagi yg hamil muda senanggg sekali.
ayo pilih yg mana ???????ha..ha…haa..

Tentang Ponario, dengan biaya rumah sakit yg sangat mahal, harga obat juga mahal, aturan rumah sakit yag berbelit belit akirnya masyarakat lari ke pengobatan alternatif ( Ponario ) Menurut saya ini adalah menunjukan tingkat kemiskinan masyarakat dan sistem ekonomi kita tidak berpihak pada RAKYAT MISKIN.

Untuk itu dalam memilih CALEG hendaknya pilihlah CALEG yang memiliki kualitas,memiliki bukti nyata berpihak pada raakyat bukan hanya janji janji seperti yg terpampang di pinggir JALAN

Dalam memilih CALEG jangan mudah terkecoh dengan wajah, tua atau muda, Cantik atau Ganteng semuanya itu belum tentu.
Yang pasti adala lihat latar belakang tentang prestasi yang pernah ia lakukan dalam masyarakat minimal , dari scup terkecil sampai terbesardll. Jangan membeli kucing dalam karung, thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: