Warung kehidupan

Archive for February 2009

PONARI

Posted on: 2009/02/24

Tiba-tiba Bangsa kita di hebohkan oleh berita seorang anak kecil baru berusia 9 tahun  begitu sakti mampu menarik perhatian ribuan orang tanpa menggunakan iklan seperti  iklan partai. Saya menonton lewat sebuah tayangan TV ,luarbiasa begitu masyarakat percaya terhadap kehebatan sang dukun cilik yang bernama Ponari. Banyak kesaksian yang mengatakan telah berhasil berobat lewat media batu yang di celubkan kedalan air oleh sang dukun cilik.  Batu Ini merupakan media yang digunakan mengobati para pasien yang  rela berdesak desakan untuk mendapatkan air berkasiat dari Ponari,bahkan ada yang sampai meninggal.

Penomena sosial yang terjadi pada sang dukun cilik ini,mengingatkan kita pada beberapa hal yaitu pertama  bangsa kita ,memang mempercayai budaya bahwa kalau kehendak Tuhan ,maka apapun akan bisa terjadi .dalam hal ini Tuhan memberikan kepercayaan pada Ponari  melalui sebuah batu beliau memberikan kekuatan ,untuk menolong orang banyak. Kita dapat bayangkan bahwa tanpa iklan ,masyarakat berduyun duyun datang untuk menggantungkan harapan ,untuk mengurangi beban hidupnya. Dengan nalar sehat kita tidak bisa terima ,tapi itu kenyataan yang telah terjadi yang menggegerkan  negeri ini. Kedua , ini sebuah potret kehidupan bangsa kita ,bagaimana hidup dinegeri kaya alam .namun  rakyatnya sengsara, jauh dari pelayanan kesehatan, pendidikan . yang ketiga , ini menjadi cermin buat pemerintah ,bahwa rakyatnya  banyak masih sengsara jauh dari pelayanan kesehatan,pendidikan, mahalnya harga obat sehingga masyarakat lebih memilih ke pengobatan alternatip dengan biaya yang relatip murah. Dengan melihat seperti ini ,pemerintah tidak semestinya menyalahkan rakyat , apalagi pendapatnya atas analisa medis semata, padahal diluar akal sehat ,banyak kemungkinan terjadi.

Atas tiga hal diatas mari kita introsepeksi  dan sadar ,bahwa itu yang terjadi di bangsa kita yang benama “Indonesia” . kita dapat memaknai kasus diatas , sebagai pelajaran  buat kita semua yaitu rakyat, pemimpin dan wakil rakyat. Kesimpulan makna diatas adalah adanya sebuah kepercayaan ,yang diberikan oleh Tuhan kepada Ponari sebagai penyelamat bagi rakyat yang susah.

Mandat yang diberikan oleh Tuhan ini ,juga akan membawa ujian buat Ponari dan keluarga, apakah bisa mengemban dengan baik? Apakah tidak menjadi gelap terhadap materi,? Apakah kebersihan hati nurani Ponari dan keluarga bisa bertahan? Itu pertanyaan buat mereka . semoga keluarga ponari mampu keluar dan bertahan terhadap godaan godaan diatas , karena banyak sekali yang berkepentingan .

Ini Cermin buat Para caleg  dan calon pemimpin bahwa kepercayaan itu sangat  mahal, dan kalo sudah dipercaya jagalah dengan baik ,jangan membohongi rakyat. Tidak perlu iklan untuk mendapatkan kepercayaan

Dalam sebuah kompetisi ,wajar kalo masing-masing saling menunjukkan kehebatan ,dengan maksud menjatuhkan mental lawan. Tapi hasil akan dibuktikan bila pertandingan telah usai. Dalam hal pemilihan pemimpin ,tidak bisa di samakan dengan sebuah pertandingan karena resiko sangat mahal dan waktu sangat panjang. Bila dibiarkan maka dampak resiko  ini ada pada rakyat ,bangsa dan Negara.

Bagaimana menyoal pemimpin tua dan muda? Dalam 63 tahun bangsa kita merdeka, sudah banyak kita belajar, dan saat ini bangsa kita masih dalam proses berobat jalan, untuk sembuh dari berbagai penyakit kronis, seperti korupsi, kemiskinan dan kebodohan , kita masih sibuk menentukan kreteria pemimpin. Kita belum punya sitem pemilihan pemimpin yang baku. Yang bisa diterima oleh seluruh rakyat.

Dalam kebingungan memilih kreteria pemimpin , antara tua dan muda ,semua ini adalah berawal dari ketidak percayaan terhadap pemimpin tua ,yang mewarisi nilai-nilai feodal, korupsi dan tidak punya program jelas terhadap kehidupan rakyat. Terbukti ketika pemilu tiba,semua calon pemimpin merebut hati rakyat,dengan berbagai kata-kata indah ,tapi bila sudah selesai pemilu,semua lupa pada janji dan menjauh dari rakyat. Yang menyakitkan lagi pemimpin baru membuat kebijakan yang memberatkan hidup rakyat,seperti 2004 hingga saat ini hidup rasanya berat,dari kebutuhan pokok, pendidikan dan kesehatan yang  sangat mahal.

Ketidak pekaan hati dan perasaan pemimpin Tua dengan segala sepak terjangnya, maka generasi muda melihat hal ini menjadi geregetan. Dengan darah muda bergejolak ,sehingga tidak sabar menunggu giliran. Begitu sebaliknya  pemimpin tua tidak  sadar  atas  kemauan rakyat.

Bagaimana seharusnya? kalau mau jadi pemimpin , syarat utama adalah menanamkan kepercayaan terhadap rakyat dan selanjutnya mampu mengemban kepercayaan itu . apakah pemimpin Tua atau Muda karena masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahan. Kesadaran seorang pemimpin terhadap kepercayaan inilah yang dibutuhkan. Mungkin pemimpin Tua bisa lebih bijak , mampu mengendalikan diri dan mempunyai wawasan ,sedangkan pemimpin muda lebih punya visi-misi yang kreatif lebih energik dan bersemangat. Kalo tua – muda di padukan maka akan saling mengisi kelemahannya .

Dengan kondisi bangsa saat ini ,marilah kita saling membantu dan jangan saling menjatuhkan demi mendapatkan suara banyak. Berpolitiklah dengan menggunakan etika . kalo mau jadi pemimpin yang dikenang , maka jadilah politikus yang menggunakan etika ,sopan dan bermoral .kalo terpilih nantinya jadilah negarawan yang berbudi Luhur.

 

Semoga bangsa kita cepat sembuh dari rawat jalan, yang sudah 10 tahun sakit dan sampai saat ini belum ketemu dokter yang bisa dipercaya.

 

 

 

TIPS MENYIKAPI “IKLAN PARTAI “ DENGAN CERDAS
Bulan yang penuh janji ,memberikan cahaya dalam kegelapan walupun tidak begitu terang ,namun suasana membawa kehangatan, terkadang lupa pada apa yang telah terjadi, dengan harapan yang menanti ,menuju yang lebih baik.
Dalam kondisi yang penuh berharap terhadap perubahan yang lebih baik, maka kita ndaknya memilih wakil Rakyat atau pemimpin dengan kecerdasan emosi dan hati yang mantap tanpa di pengaruhi orang lain .
Dengan iklan yang menarik , sering kita terkecoh atau larut dalam suasana iklan itu ,seperti nonton tayangan sebuah sinetron.
Ada beberapa tips untuk menyikapi Iklan Partai :
1 simak isi iklan dengan baik ,cari tahu apakah betul seperti itu.
2 Dalam 4 tahun terakhir apa yang mereka telah lakukan dalam kebijakan,dan apa yang kita rasakan akibat kebijakan itu.
3 gunakan kecerdasan emosi dan logika dalam memilih.
4 hindari menerima imbalan dalam bentuk apapun dari partai
5 pilih yang kita betul betul kenal prestasinya ,dan jangan menerima refrensi atas nama orang lain kalo belum jelas.
6 pilih pemimpin yang jujur, tegas , yang berpijak pada rakyat.
7 amati , cari refrensi tentang kehidupan keluarga calon pemimpin itu.
8 diskusikan calon pemimpin antar teman ,kelompok, dan keluarga sebagai pendidikan politik.
9 Kita harus bertanggung jawab atas hasil pilihan , bila dikemudian hari ada kesalahan dalam memilih.
10.Pilihan anda adalah masa depan.
Iklan hanya sebuah rekayasa kata dan desain gambar animasi yang menyajikan sebuah informasi untuk menyampaikan suatu produk/jasa kepada segmen pasar, supaya di kenal dan diharapkan dapat mempengarui keputusan pembeli. Dengan melalui media elektonik ,penyebaran lebih cepat ke mayarakat.