Warung kehidupan

Masalah UU BHP …dalam seketsa kehidupan…!!

Posted on: 2008/12/23

Badan Hukum UU Pendidikan telah di sahkan  beberapa hari yang lalu ..yang menimbulkan kontroversi. Dalam KEHIDUPAN…berarti ada yang faham dan tidak faham..atau kurang sosalisasi , tentang kekurangan atau kelebihan UU ini.  Sudah banyak para pakar yang terlibat dalam penyusunan ini,namun takada gading yang tak retak..tidak terlepas  dari unsur-unsur kepenting yang masuk….!

Dalam tayangan TV para mahasiswa demo menolak ,UU BHP,anak saya bertanya ,begini, Bagaimana kira –kira kalo uu ini dilaksanakan Pak…? sambil tarik napas panjang , saya menjawab,begini nak, bapak akan memberikan bayangan dari sudut persepektik kehidupan …untuk kita nanti.!  Sebelumnya bapak akan sekilas menceritakan ,tentang pendidikan 20 tahun yang lalu…dimana saat bapak sekolah SMA di kota jogya, bapak  ..banyak teman indekost dari berbagai macam lapisan sosial dan  daerah..yang mempunyai motivasi, secara umum  ingin maju ,sukses dalam pendidikan kelak bisa merubah kehidupan ekonomi keluarga,minimal meningkatkan kualitas hidup. Singkat cerita.. banyak orang daerah yang ternyata, tinggalnya di pelosok  desa, datang kejogya ,untuk belajar, dengan pertimbangan ,kota jogya kota pelajar,yang paling murah biaya hidupnya,…dengan mengandalkan kepintaran,rajin belajar ,maka mereka bisa masuk UGM tujuan utama,atau sekolah sekolah favorit lainnya..!! denganKehidupan penuh prihatin kadang – kadang bisa makan nasi sekali sehari ,sisanya  makan gorengan untuk  hemat biar cukup hidup satu bulan. Dengan kondisi ini ,mereka mempunyai daya juang luar biasa ,dalam kehidupan..!! dengan biaya pendidikan yang relatip murah ,bayangan kesuksesan hidup mereka semakin dekat, waktu dihabiskan  untuk  diskusi dan belajar..sarana .suasana mendukung. Dimana –mana ,ruang –ruang Belajar,perpustakaan, rame dikunjungi mahasiswa, hanya untuk Kesuksesan.!!! Seperti cerita “LASKAR PELANGI…”

Dari cerita bapak diatas,orang –orang  yang bapak ceritakan ,saat ini sudah berubah dalam kehidupan,ekonomi,setatus sosial  karena mendapatkan posisi atau jabatan yang bagus.Itulah dengan  modal Pintar…, semangat  belajar…dan didukung oleh biaya pendidikan murah, maka masyarakat kita ,akan bisa berubah, Secara umum bangsa kita akan kuat.

Nah …bagaimana dengan munculnya UU BHP…? bapak kan belum jawab pertanyaan saya..?

Begini nak, bapak juga belum yakin apa dimuat dalam UU itu ,akan memberikan kemudahan dalam pendidikan bagi rakyat kurang mampu. Karena saat ini saja ,biaya pendidikan sangat mahal,dapat sekolah negeri saja ,uangnya harus ada puluhan juta. Apa bisa orang tidak mampu tapi diterima di sekolah pavorit…untuk melanjutkan? Karena hasil kebijakan akan dilihat 10 tahun lagi,yang bapak kuatirkan dalam perjalanan yang panjang akan banyak menimbulkan masalah,seperti kasus BLBI.  Ada sinyal bahwa konglomerat menjual asset industriinya ,untuk investasi ke Lembaga pendidikan membangun industri Pendidikan yang dianalisa lebih menjanjikan.

Contoh simulasi kemungkinan terjadi, misal saya membuat  lembaga Pendidikan menggandeng investor luar, lembaga baru ini  cukup terkenal banyak mendapatkan siswa, kemudian saya agunkan untuk pinjam uang ke Bank dan Bank menilai cukup Fixible layak diberikan keridit, akhirnya  Kridit Keluar, uang yang  saya dapatkan saya buat lembaga lagi dan menggandeng investor/lembaga dari luar dan mampu merebut kepercayaan pasar, dan selanjutnya sepeti itu.

Nah,masalah akan muncul,bagaimana kalau suatu saat, investor bankrupt atau lembaga yang digandeng, juga bankrupt, siapa yang akan bertanggung jawab, terhadap siswa?bagaimana ijazahnya apakah akan diakui oleh pemerintah?bagaimana  kalau terjadi kridit macet, kemudian asset dikuasa bank,apakah bank mampu mengelola? Semua masih menjadi pertanyaan ,dengan jawaban yang ragu.

Mudah-mudahan kita tidak berburuk sangka,semoga UU BHP tidak membawa bencana seperti kasus BLBI , saat itu dibuka regulasi perbankkan ,yang akhirnya dengan mudah orang membuat bank,untuk menampung uang rakyat,yang digunakan untuk modal klompok usahanya,yang membawa aib ratusan triliun…..!! ooooh,gitu ya..pak..sambil manggut,mangut…ya nak  , sambil menepuk pundakknya,saya berkata, rajinlah belajar, biar kamu dapat beasiswa ke luar negeri!

Dari  cerita bapak diatas , dapat ditarik kesimpulan dan beberapa pertanyaan ,sebagai berikut:

1 Pendidikan  menjadi mahal ,karena  BHP  mempunyai tujuan Fropit ,harus bicara bagaimana memaksimalkan pendapatan,dan bagaimana ,    mengefisienka untuk   mendapatkan   fropit maksimal.       Pada poin ini ,bicara Strategi Penetapan Harga, Produk  yang menarik pasar, PROMOSI  yang gencar, dan  Pelayanan  sebagai keunggulan. 

2 Adanya kesenjangan SDM  bangsa  Indonesia  karena perbedaan  Kwalitas Out PUT ,antara sekolah mahal dan sekolah  standar nasional.

3 Adanya pelepasan tanggungung jawab pemerintah ,dalam  pembentukan kualitas pendidikan.

4 Masyrakat,akan sulit mendapatkan pendidikan murah yang berkualitas.

Solusinya Bagaimana Pak…? harus disuarakan ,dan uji Matrial terhadap isi UU ini,supaya tidak  mengorbankan Rakyat. Ini adalah bagian dari politik Bisnis yang telah mempengaruhi  para Birokrat dan wakil wakil Rakyat. …….!!!! salam Perjuangan buat  Para Mahasiswa yang telah menyuarakan.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Pages

Categories

sedang berkunjung

free counters

Flickr Photos

December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Advertisements
%d bloggers like this: